Published On: Sat, Nov 24th, 2012

Benarkah Kolesterol Penyebab Penyakit Jantung?

penyebab penyakit jantungSelama ini dari informasi yang sering kita dengar,  penyakit jantung disebabkan terjadinya penumpukan kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein/LDL) dalam darah kita. Kita diberitahu bahwa karena beberapa hal – seperti konsumsi makan yang tidak baik – kolesterol jahat tesebut akan menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan berujung pada kondisi abnormal pada jantung.

 Kita juga diberi tahu dengan adanya jenis kolesterol baik (High Density Lipoprotein/HDL), kolesterol jahat LDL akan secara otomatis dibersihkan dari dinding arteri kita. Semakin rendah rasio antara jumlah kolesterol jahat dibandingkan kolesterol baik, semakin rendah pula risiko kita mendapat penyakit jantung.

Tapi tahukah anda, bahwa sebenarnya kolesterol (LDL) tersebut bukanlah penyebab penyakit jantung seperti yang selalu digambarkan selama ini?

Penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine edisi 23 Maret 2000, menunjukkan lebih separuh dari mereka yang mendapat serangan jantung justru memiliki tingkat kolesterol yang normal. Menurut penelitian, ada pencetus utama lain yang mengakibatkan terjadinya serangan pada jantung.

Temuan ini merupakan revolusi dalam perawatan dan pencegahan serangan jantung. Dari pada berusaha untuk menurunkan tingkat kolesterol Anda seharusnya mencari jalan bagaimana untuk mengurangi penyebabnya. Cara ini bisa berdampak besar dalam pencegahan dan pemulihan penyakit jantung.

 Kolesterol bukan penyebab utama penyakit jantung

Kolesterol  LDL sebenarnya bukanlah kolesterol jahat. Kolesterol LDL dalam kondisi asalnya adalah baik. Tubuh kita membutuhkannya untuk membangun membran sel, bagian sel yang lain dan berbagai hormon. Jika kita tidak mendapat cukup kolesterol LDL dari makanan, tubuh kita sendiri akan membuat kolesterol tersebut.

 Yang menjadi masalah adalah kehadiran sesuatu yang disebut homosistein dan radikal bebas. Homosistein dan radikal bebas akan merubah bentuk (mengoksida) kolesterol LDL dan menjadikannya tidak baik. Nah, kolesterol yang telah teroksida inilah yang selanjutnya mengakibatkan terjadinya radang pada pembuluh darah jantung. Tanpa homosistein kolesterol LDL tidak akan berubah menjadi tidak baik.

 Homosistein sendiri adalah bahan yang dihasilkan ketika tubuh kita mencerna makanan, sama seperti radikal bebas. Masalah akan timbul ketika jumlah homosistein yang dihasilkan menjadi berlebihan. Diperkirakan sekitar 15% dari semua serangan jantung dan stroke di seluruh dunia hari ini disebabkan oleh tingkat homosistein yang tinggi dalam darah.

Pada tahun 1990, penelitian oleh Profesor Dr. Stampfer dari Harvard Public Health School menemukan bahwa sedikit saja peningkatan dalam tingkat homosistein dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung sebesar tiga kali lipat.

Di New England Journal of Medicine edisi Februari 1995 pula, Dr. Jacob Selhub, Ph.D., melaporkan bahwa tingkat homosistein dalam darah yang tinggi juga akan meningkatkan resiko penyempitan dua arteri yang mensuplai darah ke otak (yang akan menyebabkan stroke).

 Selain itu Dr. Selhub juga melaporkan bahwa pasien yang memiliki tingkat homosistein yang tinggi juga memiliki tingkat asam folat, vitamin B12 dan vitamin B6 yang rendah dalam tubuh mereka.

Namun kita tidak perlu berkecil hati karena pasokan anti-oksidan, asam folat, vitamin B12 dan vitamin B6 yang cukup disertai pola hidup yang sehat dan seimbang, semua permasalahan tersebut akan dapat diatasi. Anda tidak membutuhkan obat yang mahal untuk menurunkan tingkat kolesterol LDL dalam tubuh Anda. (ks/hm)

www.lazada.com Health BlogsTop General-Health Sites Top health_fitness blogs Health Blogs Health Blog Directory Online Marketing