Published On: Thu, Jan 10th, 2013

Gejala-gejala dan Penanganan Yang Tepat Untuk Cacar Air

pengobatan cacar airPenyakit cacar air atau dalam bahasa Inggrisnya disebut chicken pox ini seringkali dianggap penyakit yang “biasa” atau tidak berbahaya oleh sebagian orang, sehingga cenderung dibiarkan saja tanpa dilakukan penanganan. Padahal penyakit ini selain cukup menganggu ia juga menular dengan sangat cepat, terutama di pemukiman padat dan lingkungan sekolah.

Meskipun selama ini cacar air dikenal sebagai penyakit yang menyerang anak-anak, namun penyakit ini juga bisa diderita orang dewasa yang belum pernah mengalaminya  sewaktu anak-anak. Jika cacar air menyerang orang dewasa yang sedang dalam kondisi hamil, maka hal ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius, karena pada beberapa kasus (meskipun jarang) virus cacar bisa mengakibatkan cacat bawaan pada janin dan bisa menimbulkan radang pada ibu hamil.

Penyakit yang yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini, dapat menular lewat kontak langsung dengan lepuhan cacar air penderita dan bisa juga menular lewat percikan luda (droplet). Penularan cacar air bisa terjadi sejak hari sebelum muncul kemerahan pada kulit sampai dengan 7 hari sesudah timbul gejala.

Gejala-gejalanya

Kita perlu mewaspadai gejala cacar air, setelah ada riwayat kontak dengan penderita 2-3 minggu sebelumnya. Biasanya diawali dengan peningkatan suhu tubuh atau demam (meskipun tidak selalu ada), kemudian timbul kemerahan pada kulit berukuran kecil. Yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung, kemudian di anggota gerak (tangan, kaki) dan wajah. Kemerahan pada kulit ini berubah menjadi plenting (vesikle) berisi cairan dengan dinding tipis. Jika plenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak/bekas dikulit.

Cara Penanganan Yang tepat

Cacar air termasuk selflimiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Karena disebabkan oleh virus, maka tidak membutuhkan antibiotik dalam pengobatannya. Penderita hanya perlu istirahat cukup dan nutrisi yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pada kondisi tertentu, dokter bisa meresepkan obat anti viral, terutama jika kejadiannya masih belum lama. Obat antiviral ini efektif jika diberikan sesegera mungkin (kurang dari 24 jam). Jika diperlukan, boleh diberikan obat penurun panas, anti gatal, atau lainnya, tergantung gejala yang muncul. Selain itu, bisa juga ditambah dengan suplemen untuk menambah daya tahan tubuh anak.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua, dalam merawat pasien (terutama anak-anak) penderita cacar air:

  • Ukur suhu tubuh secara berkala (4 jam sekali), berikan obat penurun panas jika suhu tubuh diatas 38° C.
  • Jika memungkinkan, tempatkan anak pada satu tempat (kamar) terpisah dari anggota keluarga lain untuk meminimalisir penularan. Karantina seperti ini untuk meminimalisir penularan. Karantina seperti ini disarankan hingga seluruh keropeng mengelupas (luka lepuhan sudah mengering semua).
  • Potong kuku anak supaya tidak meninggalkan bekas luka garukan.
  • Sesudah mandi, taburkan bedak sacilyl ke seluruh tubuh terutama yang tedapat plenting cacar airnya. Bedak ini berfungsi untuk mengurangi gatal sekaligus mengurangi tegangan permukaan plenting supaya tidak mudah pecah.
  • Jangan pecahkan plenting dan biarkan ia mengering dengan sendirinya, supaya tidak meninggalkan bekas yang dalam.
  • Pakaikan baju katun yang lembut untuk meminimalisisr gesekan dengan plenting, supaya tidak memecahkannya.
  • Beri makanan bergizi dan usahakan anak dapat beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

Tetap mandikan anak, sebab larangan mandi saat sedang sakit cacar seperti yang kita dengar selama ini hanyalah mitos. Mandi pada asalnya tidak memperparah penyakit cacar. Justru dengan tidak mandi, akan meningkatkan risiko kontaminasi olah bakteri/kuman akibat kurangnya menjaga kebersihan. Hanya saja, kita harus berhati-hati dan tidak menggosokkan handuk terlau keras saat mengeringkan badan.

Terjadi Satu Kali, Tapi..

Seseorang yang pernah terkena cacar air akan mendapatkan kekebalan atau imunitas alami sehingga tidak akan terkena cacar air lagi untuk kedua kalinya. Namun demikian, sebenarnya sebagian virus dalam tubuh akan tertidur (dormant) dan sewaktu-waktu dapat muncul dengan manifestasi lain, seperti herpes zoster misalnya. Herpes zoster adalah lepuhan kulit yang disebabkan oleh kebangkitan kembali virus varicella zoster yang menetap laten di akar saraf.

Siapapun yang pernah menderita cacar air di masa lalu dapat terkena herpes zoster di kemudian hari. Penyakit herpes zoster ini tidak sama dengan penyakit herpes genitalis yang menyerang kemaluan. Karena itu selalulah hidup dengan pola sehat, menjaga kebersihan dan waspadai segala gejala penyakit yang mungkin terjadi  (aa/ma)

Health BlogsTop General-Health Sites Top health_fitness blogs Health Blogs Health Blog Directory Online Marketing