Published On: Wed, Dec 5th, 2012

Tips Membiasakan Pola Makan Sehat Dalam Keluarga

pola makan yang sehatPeran keluarga sangat besar dalam pola hidup kita salah satunya dalam pola makan sehari-hari.  Biasanya, sangat sulit merubah kebiasaan pola makan seseorang. Untuk itu orang tua khususnya Ibu, perlu mengetahui cara membiasakan anak dan keluarga dengan pola makan yang sehat.

Kita bisa mulai mengenalkan makanan sehat sejak anak lahir. Memberi ASI adalah makanan terbaik dan tidak bisa ditandingi oleh susu formula semahal apapun. Setelah anak berusia 6 bulan dan siap mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), hendaknya kita pilihkan makanan alami dan sehat. Meski banyak makanan instan yang sangat prakstis, tapi MPASI buatan sendiri lebih bervariatif dan kaya zat-zat gizi.

Semakin bertambah umurnya, kebutuhan anak pun semakin meningkat, kerena mereka mempunyai banyak aktifitas yang menyita tenaga dan pikiran. Untuk itu, tetap pantau pola makannya jangan sampai anak berangkat sekolah tanpa sarapan, dan ingatkan untuk tidak terlambat makan meski banyak kegiatan. Apalagi saat ini, makin banyak kasus sakit gastritis (maag) pada anak usia sekolah.

Makanan sehat tidak harus berharga mahal. Bahan-bahan sederhana bisa diolah menjadi makanan yang sehat dan menarik, seperti tahu tempe misalnya. Sayuran hijau yang harganya murah, juga bisa menjadi sajian penuh gizi bagi keluarga. Jika harga buah terasa berat di kantong, bisa disiasati dengan membelinya saat sedang musim, karena biasanya harganya lebih murah

 Perbanyak Konsumsi Serat

Kebiasaan makan sayur dan buah, masih sangat rendah di kalangan masyarakat Indonesia. Rata-rata konsumsi serat pangan penduduk baru memenuhi kebutuhan serat sekitar sepertiga dari kebutuhan serat ideal (30 gr) per hari. Hal ini membuat penyakit degeneratif (penyakit ketuaan), seperti jantung, stroke dan lain-lain meningkat.

 Serat punya banyak manfaat, antara lain meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan cara meningkatkan motilitas (pergerakan) usus besar, memperlancar proses buang air besar, mengurangi risiko wasir (ambeien), dan mencegah kanker usus besar. Makan sayur dan buah dalam jumlah cukup juga berfungsi sebagai sumber  vitamin dan mineral, yang dibutuhkan untuk pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.

 Jangan Asal Pilih

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih buah atau sayur. Untuk buah pilihlah yang masak dan utuh – buah yang masak optimal memiliki rasa manis dan segar – Pilihlah yang berkulit licin, segar dan tidak keriput. Warna buah harus terlihat segar dan padat. Pillihlah yang berbau harum (untuk jenis tertentu) dan belilah tepat pada musimnya

 Sedangkan dalam memilih sayur, antara lain:

Sayuran daun, pilihlah yang masih utuh dan segar berwarna cerah, belum menguning dan tidak buram. Batang daunnya dapat dimudahkan dengan mudah dan tulamg-tulang daunnya masih terlihat jelas.

Sayuran buah, pililhlah yang masih utuh, tidak pecah atau memar, tidak berair, serta tidak lunak dan berbau busuk. Pilihlah yang sudah tua atau masak (untuk cabai dan tomat), serta yang masih muda (untuk terung dan labu).

Sayuran polong, pilihlah yang masih muda, tidak berlubang-lubang, atau berbintik-bintik, berbentuk silindris, berwarna hijau tua, dengan batas antara biji polong belum terlihat jelas. Plilhlah yang dapat dipatahkan dengan mudah dan tidak berlendir. Sedangkan untuk polong yang diambil bijinya, pilhlah yang sudah tua.

 Agar Anak Gemar Makanan Sehat

Setiap orang tua pasti senang, jika anak-anaknya mudah dalam hal makan dan suka makanan sehat. Berikut beberapa kiat yang bisa diterapakan:

Sediakan selalu menu sehat di meja makan, tentu saja dengan mengurangi yang instan dan memperbanyak sayur serta buah-buhan.

  • Beri teladan pada anak, bahwa orang tuanya gemar makan makan sehat
  • Batasi uang jajan anak, dan pesankan pada mereka agar memilih jajanan yang sehat.
  • Biasakan anak untuk sarapan pagi, agar mereka bisa konsentrasi belajar, dan secara tidak langsung bisa mengurangi minat jajan berlebihan.
  • Untuk anak yang masih kecil, sajikan sayur dan buah agar menarik minatnya. Jika tidak suka dimakan secara langsung, sesekali bisa dibuat jus atau sari buah.
  • Sekali waktu, sempatkan untuk membuat sendiri makanan favorit anak. Selain bebas bahan tambahan seperti pemanis buatan, pengawet, dan penyedap rasa, dengan memasak bersama akan memberi kesan tersendiri bagi anak.

Jika ingin anak-anak kita sehat dan cerdas orang tua harus menjadi contoh baik yang pertama bagi mereka. Orang tua harus menghindari diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti terbiasa sarapan dengan segelas kopi saja, suka terlambat makan, tidak doyan sayur dan gemar makanan instan karena biasanya hal ini ditiru oleh anak. (aa/ma)

www.lazada.com Health BlogsTop General-Health Sites Top health_fitness blogs Health Blogs Online Marketing