Published On: Thu, Nov 22nd, 2012

Waspadai Jika Anak Batuk dan Flu Lebih dari Seminggu

gejala flu pada anakBatuk dan flu adalah penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak. Setiap anak pasti mengalami batuk dan flu. Bahkan, orang tua sering menerima komentar seperti “biasalah anak-anak” ketika mengeluh tentang anak mereka yang mengalami gejala ini. Kapan batuk flu dianggap biasa dan kapan harus dirisaukan?

Batuk dan flu sering disebabkan infeksi virus. Ini mudah terjadi karena daya tahan anak tidak sekuat orang dewasa, terutama bayi. Serangan batuk dan flu pada anak ini biasanya tidak sampai lebih dari seminggu. Pada tingkat awal, anak-anak mungkin sedikit demam tapi ia akan berkurang dan batuk juga akan reda. Nafas biasanya tidak kencang dan anak biasanya aktif seperti biasa.

Namun, terjadi juga kasus batuk dan flu berlangsung sampai berminggu-minggu atau menjadi lebih parah. Jika ini terjadi faktor penyebab batuk dan flu lain seperti kemungkinan adanya infeksi paru-paru (pneumonia), alergi seperti allergic rhinitis dan asma perlu diwaspadai dan diidentifikasi sesegera mungkin.

Infeksi Paru-paru

Pneumonia biasanya diidentifikasi melalui pemeriksaan dokter dan juga melalui sinar-X. Jika dokter mencurigai anak mengidap pneumonia, antibiotik akan diberikan dengan obat demam. Jika ada suara berdehit, pengobatan spesifik akan diberi.

 Namun sebelum membawa anak kedokter ada beberapa tanda dari anak yang mungkin mengalami infeksi paru-paru yaitu demam (suhu tinggi), nafas cepat dan memburu, dada berombak, saat anak bernapas ada lekuk di antara tulang rusuk, hidung mungkin kembang kempis.

Biasanya pneumonia sembuh tanpa komplikasi. Namun, ada beberapa kasus dengan komplikasi seperti terdapatnya cairan atau nanah di dalam paru-paru. Dalam kasus seperti ini, operasi mungkin diperlukan untuk memasukkan tabung untuk mengeluarkan cairan atau nanah. Komplikasi seperti ini sering terjadi dengan berbagai penyakit seperti pneumokokkus dan staphylokokkus.

Allergic rhinitis

Anak yang mengalami masalah ini sering mengalami gejala flu seperti bersin-bersin pada waktu pagi dan ‘sembuh’ saat tengah hari. Mereka menjadi sehat dan aktif seperti biasa. Terkadang hidung merasa tersumbat dan ketika diperiksa, ditemukan apakah banyak ingus di dalam rongga hidung atau jaringan dikenal sebagai ‘inferior turbinate’ bengkak.

Perawatan untuk allergic rhinitis adalah menggunakan semprotan hidung untuk membersihkan rongga hidung dan semprotan mengandung obat untuk mengurangi bengkak pada ‘inferior turbinate’. Selain itu, obat ‘antihistamine’ juga mungkin diberikan. Adalah penting untuk mengidentifikasi dan menghindari penyebab alergi.

Secara umum penyebab alergi melibatkan asap – terutama asap rokok – debu,  termasuk yang terdapat pada mainan berbulu dan karpet, bulu hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, serbuk sari bunga, berbagai jenis parfum/wewangian.

Asma

Asma adalah reaksi paru-paru terhadap alergi yaitu saluran pernafasan (bronkus) menjadi sempit akibat pemaparan terhadap alergi. Ini menyebabkan penderita mengalami batuk dan kesulitan bernafas. Tidak semua anak yang memiliki asma mengalami berdehit.

Gejala-gejala asma yang perlu diperhatikan diantaranya batuk pada waktu malam dan pagi hari, batuk atau berdehit setelah bermain, nafas cepat dan dada berombak, adanya lekukan di antara tulang rusuk dan di leher ketika bernafas, terdengar bunyi nada tinggi ketika bernafas – ini dikenal sebagai berdehit

Jika anak mengalami serangan asma, dokter akan memberi obat dalam bentuk nebuliser di klinik. Ini akan disusul dengan obat dalam bentuk ‘inhaler’ atau obat air. Perawatan pencegah dalam bentuk inhaler diberi kepada anak-anak yang mengalami batuk malam lebih tiga malam dalam seminggu, yang mengalami serangan asma yang sering atau serius.

Obat ini harus digunakan setiap hari meskipun anak sehat untuk mencegah terkena serangan. Selain menggunakan obat, dokter akan menyarankan agar menghindari penyebab alergi.

Alergi dan asma adalah penyakit keturunan. Jadi, jika orang tua mengalami masalah ini, kemungkinan besar anak juga mengalami masalah sama. Ia tidak bisa disembuhkan.
Tujuan pengobatan adalah menghindari serangan agar anak aktif seperti biasa dan dapat berpartisipasi dalam aktivitas di sekolah.

Biasanya frekuensi serangan berkurang ketika anak mulai besar. Namun, perlu diingat, serangan asma bisa menjadi serius dan dalam kasus tertentu dapat mematikan. Karena itu, selalu melakukan pemantauan  dan penggunaan obat dengan benar adalah sangat penting. (ks/hm)

www.lazada.com Health BlogsTop General-Health Sites Top health_fitness blogs Health Blogs Online Marketing